—Rain start falls down—
Menjadi inferior, memang susah. Apa-apa mesti takluk pada superior. Sedikit-sedikit disemprot oleh superior. Inferior-superior. Dua padanan kata yang saling bertolak belakang.
Tapi pernahkah membayangkan superior dan inferior kedudukannya sama? Bukan hanya karena junior-senior, lalu superior-inferior pun berlaku.
Seperti halnya sebuah roda. Kadang diatas, kadang dibawah. Melaju, berputar. Superior-inferior.
Seperti itu pula, yang saya impikan. Tidak dimarginalkan oleh batasan superior-inferior. Saat ini memang saya adalah seorang inferior. Dan suatu saat, saya yakin akan berada di superior. Dan saat itu, insya Allah, tak akan ragu sedikitpun untuk tidak memarginalkan sang inferior.
Karena kita semua berangkat dari bawah. Dari inferior.
—Rain still drops—
